Virus paling berbahaya adalah…

Setelah galau memilih antara Cyber Security BINUS dan Matematika ITS, akhirnya Zaim memutuskan memilih Matematika ITS. Semua pilihan dan pertimbangan itu sepenuhnya diserahkan pada sang anak, karena dia yang akan menentukan masa depannya.

Kalau diminta ibunya memutuskan, sebagai seorang ibu, ya pastinya cenderung dia pilih Cyber Security BINUS. Kenapa? Di BINUS sebagai orang tua Saya tidak perlu susah memantau anak. Apa yang dikerjakan anak selama di Kampus terekam dengan rapi melalui aplikasi BINUS PARENT. Dan Saya tidak perlu khawatir anak saya “terjerumus aliran-aliran radikal seperti kelompok Tarbiyah PKS atau Hizbut Tahrir, atau aliran Ultranasionalisme yang dikembangkan Bapak Basith Dosen IPB, atau aliran Sosialisme Komunisme yang dikembangkan dibeberapa kampus. BINUS mempunyai program-program yang menjamin mahasiswa aktif dan fokus pada bidang profesionalnya. Lulusan-lulusan mengisi ranah-ranah pekerjaan yang sangat berguna meningkatkan ekonomi diri dan keluarganya bahkan berkontribusi pada ekonomi negara. Tidak pernah terdengar lulusan BINUS menjadi wartawan bodong atau LSM bodong laksana preman-preman yang memeras sekolah dan instansi pemerintah. Tidak pernah juga terdengar peserta 212 datang dari mahasiswa atau alumus BINUS.

Pada saat ini ada virus yang lebih berbahaya daripada virus covid19, yaitu virus kebodohan hasil cuci otak kelompok-kelompok ideologi. Saya sebagai alumnus S1 PTN dari TOP 5 UNIVERSITY sangat merasakan bagaimana virus ini masuk secara formal melalui mata pelajaran agama, kegiatan responsi agama, dan unit kegiatan kampus.

Pada tahun 90-an ada dua aliran transnasional yang dominan di PTN Umum, bertujuan ideologis Tarbiyah PKS berakar dari Ikhwanul Muslimin dan Hizbut Tahrir ini merajai kampus-kampus sejak tahun 90-an. Pengalaman saya kuliah di IPB tahun 1990-an, kedua aliran ini membidik mahasiswa baru secara informal melalui tawaran kos-kosan di rumah binaan mereka, selanjutnya kakak kelas yang sudah terlebih dahulu tercuci otaknya seperti layaknya jualan MLM mereka aktif “mem-prosfek” adik-adik culun yang baru masuk. Adik-adik culun baru kenal dunia kampus yang sudah terprosfek ini lalu diacak DAURAH atau MABIT selanjutnya dikelompokan dałam satu kelompok terdiri dari 3-6 orang yang bernama kelompok LIQO [sebutan oleh ideologi Tarbiyah PKS] atau HALAQOH [sebutan oleh ideologi Hizb Tahrir/HTI], biasanya sengaja dikelompok sedaerah, dipilih kakak kelas sebagai tutor yang mereka sebut MUROBI [sebutan oleh ideologi Tarbiyah PKS] atau MUSYRIF/MUSYRIFAH [sebutan oleh ideologi HTI]. Dalam kelompok ini seminggu sekali diberikan materi-materi terkait keislaman, cek ibadah, tak lupa provokasi-provokasi yang makin membuat mereka menampakan identitas ‘keghurobaan’ dibandingkan mahasiswa lain yang tidak ikut mereka. Pada tahap ini, mahasiswi berubah berkerudung panjang, berjubah besar, tak jarang jadi bercadar. Mahasiswa berubah menundukan pandangan, memelihara jengot mencukur kumis, dan menggunakan celana di atas mata kaki alias cingkrang. Identitas seperti ini diperlukan oleh mereka untuk membedakan mana anggota kelompok mereka mana yang bukan. Selain identitas yang lebih terlihat adalah pemahaman atau pikiran mereka, apa saja pikiran mereka: 1) Melihat Indonesia dengan NKRI PANCASILA sebagai negara kafir atau negara thougut. 2) Tidak peduli lagi dengan perkuliahan, waktunya habis digunakan untuk belajar agama, ibadah, dan melakukan tugas dakwah. 3) Pandangan mereka berubah dari mengejar cita-cita mengabdi untuk nusa dan bangsa menjadi ‘Dakwah adalah poros kehidupan’. Jika cita-cita menghalangi dakwah, maka harus memilih dakwah dan membuang cita-cita. Jika ini sudah tertatanam maka semangat mencari ilmu sudah tidak ada lagi, para ukhti pikirannya dipenuhi dengan perjodohan dań menikah muda, adapun para akhwat HTI pikiran akan dipenuhi dengan memperbesar tubuh kutlah menghabiskan waktu untuk berdakwah dań menimba ilmu alat bahasa arab dan kajian kitab agama untuk memperkuat dakwah mereka menyebarkan ide Khilafah Tahririyah. Para akhi dan ikhwan tak jauh beda… atas nama KAMMI dan GEMA PEMBEBASAN mereka berebut menguasai SEMA DEMA BEM dan aktif demo-demo menghujat dan mengkritik pemerintah, tujuan dari demo bukan sekedar kritik konstruktif membangun negara, tetapi tujuan demo adalah MENGIKIS KEPERCAYAAN RAKYAT TERHADAP PEMERINTAH SAH. Rakyat yang sudah tidak percaya pada pemerintah kemudian mereka tawarkan solusinya yaitu “PILIHLAH ANGGOTA DEWAN DAN KEPALA DAERAH DARI PKS, GANTI SISTEM NKRI PANCASILA DENGAN KHILAFAH TAHRIRIYAH”

Fakta-fakta ini yang mendominasi kampus-kampus negeri di Indonesia pada tahun 90-an. Bagaimana perkembangannya setelah 2020 ini? Tampaknya belum berubah… Beberapa hari ini jagat twitter ramai dengan seorang Akhwat yang mengatakan Ideologi pancasila gagal mengatasi covid19 faktanya ….faktanya…faktanya….” selidik punya selidik, dia adalah mahasiswa dari sebuah PTN di Kalimantan Selatan yaitu UNLAM. Unggahan dari Mahasiswi bernama Andi Khairunnisa Aulia ini menjadi sebuah bukti bahwa jaringan ideologi islam transnasional sampai saat ini masih aktif melakukan upaya cuci otak pada mahasiwa terutama di PTN di bawah Kemendikbud.

Yang akan dihadapi oleh saya, sebagai ortu yang anaknya masuk PTN, saya harus menyadari bahwa yang akan dihadapi anak saya, sama dengan tahun 80-an. Pada saat ini kelompok ideologi transnasional ini dilarang keras, membuat mereka terpojok tidak lagi bisa menggunakan nama HTI tapi menggunakan nama lembaga-lembaga matel seperti “Komunitas Remaja Hebat” “Kominitas Ibu Hebat” ….. sama seperti tahun 80-an yaitu pada zaman Soeharto saat penataran P4 kuat sekali, mereka menggunakan lembaga mantel dengan nama Kemudi “kelompok Dakwah Muda Indonesia”. Pada tingkat mahasiswa di Kampus, dua lembaga informal yang harus diwaspadai adalah KAMMI bentukan Tarbiyah PKS dan untuk HTI ditingkat mahasiswa mungkin masih akan menggunakan lembaga mantel bernama Gema Pembebasan. Namanya berbeda-beda tidak pakai nama Hizbut Tahrir lagi tapi idenya tetap sama yaitu “mengecam NKRI Pancasila, berharap diganti dengan Khilafah Tahririyah yang diklaim sesuai syariat Islam”

Virus cuci otak dari kelompok ideologi ini jika sudah merasuk sangat dalam masuk ke dendrit-dendrit otak mahasiswa/i, kebahayaannya adalah disorientasi para mahasiswa. Pada PTN-PTN TOP mahasiswa Indonesia tak pernah ada yang bercita-cita meraih nobel, memecahkan rumus-rumus pelik yang berguna bagi perkembangan iptek, menciptakan inovasi-inovasi yang akan membantu hajat hidup orang banyak…… pemikiran mahasiswa/i yang sudah terjangkit virus ini adalah [dakwah menghujat ideologi pancasila dan pemerintah, diselingi dengan membanggakan kualitas ibadah dan hapalan mereka sebari mengajak, memaksa, bahkan membully orang2 untuk mengenakan celana cingkrang, kerudung dan jilbab yang sama dengan mereka dengan mengatakan “syari” “hijrah”].

Sebagai ortu tampaknya saya harus senantiasa cek dań recheck, ketika anak keterima di PTN, tugas monitoring anak menjadi bertambah…. pada dua kakaknya saya memonitoring perkembangan prestasi dan pilihan-pilihan pada masa depan mereka. Tapi tampaknya untuk anak yang keterima di PTN saya punya tugas bertambah:

1) Memberikan wawasan kebangsaan, bahwa NKRI Pancasila adalah hasil IJMAK ULAMA…. sebagai anak genetik NU Muhammadiyah, harus dipahamkan akan tugasnya sekarang bukan lagi berperang untuk kemerdekaan bahkan menruntuhkan ideologi pancasila. Masa perang itu udah usai, saatnya sebagai generasi muda mengisi kemerdekaan dengan fokus pada prestasi sesuai bidangnya.

2) Mengukuhkan orientasi masa depan. Masuk ke PTN itu berharap berkontribusi pada sains dan teknologi, bukan jadi pendakwah agama macam Felix Siaw…..tak pernah belajar banyak tentang agama islam alumnus pertanian tetiba jadi ustadz hanya karena belajar dengan HTI selama kuliah di IPB. Akibat yang ditimbulkan oleh ustadz2 instan yang belajar islam dari kelompok-kelompok dakwah ideologi adalah kesesatan dan kebodohan nyata pada umat. Jika memang mau belajar agama, mengapa gak masuk jurusan agama di UIN/IAIN? Mengapa masuk ke jurusan sains di PTN? Jika terlihat gelagat seperti ini, saya lebih baik meminta dia keluar dari ITS dan memasukkan ke pesantren Liboyo, dia belajar aja alif bingkeng dari 0.

3) Sejak SMP lalu SMA, Zaim punya kecenderungan aktif dalam organisasi OSIS, tidak menutup kemungkinan dia tertarik berkiprah di BEM kampus. Dan umumnya BEM kampus di PTN ini terkoneksi dengan organisasi luar kampus seperti Gema Pembebasan, KAMMI, HMI, KMNU, PMII dan lain-lain. Konon mayoritas BEM PTN saat ini terafiliasi dan binaan dari PKS dan HTI. Jika terikat pada HMI atau KMNU dan PMII tidak masalah garisnya masih NKRI Pancasila, tapi kalau terikatnya ke Gema Pembebasan dan HTI ini akan bahaya. Pintu masuk di PTN untuk masuk ke KAMMI dan Gema Pembebasan berawal dari pelajaran agama islam. Pelajaran agama islam diajarkan oleh dosen di kelas ditindaklanjuti oleh assisten dengan responsi atau mentoring agama inilah awal pintu masuknya. Para assisten ini akan memetakan pendekatan pada anak2 tingkat 1 sesuai potensi dan bakat anak, strategi politik KAMMI dan Gema Pembebasan memang seperti itu. Yang bisa saya lakukan adalah memonitoringnya, menekankan bahwa pelajaran agama ini membuat kita tahu apa yang dilarang apa yang dikerjakan dan beribadah lebih tekun tapi kalau sudah bahas tentang ‘gzowul fikri, palestina, dunia arab, politik indonesia’ mendingan dijauhi aja karena itu ciri-ciri dari Politisasi Islam. Akar masalah radikalisme di kampus-kampus negeri adalah dari matakuliah PAI yang mewajibkan mahasiswa tingkat 1 mengikuti mentoring atau responsi agama diasuh Assisten yang notabenenya adalah kakak kelasnya. Nah, sebagai ortu pada saat ini berharap PTN membenahi responsi dan assistensi agama islam itu suatu yang impossible.

母としてITSの大学に合格できた息子を見た時嬉しくて心配もあるんだけど頑張ります!

Traveller, Imigrasi Jedah, dan Umroh

Banyak yang mengazamkan diri “Tidak akan berpergian ke luar negeri sebelum Umroh atau Berhaji”. Itu terjadi ketika saya mengajak beberapa teman untuk melakukan #edutravelling. Saya sendiri tak pernah mempunyai azam seperti itu. Saya mungkin tipe orang realitis dengan nalar logika lebih dominan daripada perasaan dan idealisme. Apa yang datang duluan ya saya kerjakan.

Perjalanan luar negeri pertama saya bukan ke Arab Saudi buat Umroh, tapi ke Thailand buat studi banding penerapan pendidikan lingkungan, terjadi tahun 2013, sebelumnya tidak pernah melakukannya, alasannya “3 anak saya kecil-kecil agak berabe bawa anak-anak kecil melakukan perjalanan” Selanjutnya ke Malayasia buat menghadiri seminar internasional selanjutnya sejak tahun 2013 hampir tiap tahun ke Jepang sebagian besar karena pekerjaan pada proyek pengembangan pendidikan lingkungan yang didanai lembaga sponsor dari Jepang, perjalanan dinas ke Jepang hampir tidak pernah dilakukan di musim semi dan selalu dilakukan ke Kota yang sama Tokyo dan Toyama, karena memang proyek kerjasamanya dengan universitas di kedua kota ini juga. Pada akhirnya dengan kocek sendiri saya dan adik saya berdua saja menikmati indahnya sakura di Kyoto Jepang. Wah….. jadi perjalanan yang tak terlupakan.

Perjalanan lain yang merogoh kocek saya eh salah deh inimah merogoh kocek suami adalah perjalanan ke Korea Selatan. Hahaha ini perjalanan yang unik karena semuanya ibu-ibu. Sebagaian besar isteri2 yang suaminya punya jabatan. Suami agak ragu ketika meminta saya melakukan perjalanan ini, karena itu artinya saya harus ambil cuti dari kantor, mana mungkin dapat surat tugas untuk acara jalan-jalan seperti ini, tambah lagi pekerjaan kantor kadang gak bisa ditinggal. Untungnya perjalannya pada akhir Januari, penilaian akhir semester sudah beres, laporan BKD juga sudah beres, saya akhirnya oke-oke aja.

Dengan pengalaman perjalanan itu baru November 2019 berkesempatan umroh. Umroh ini hadiah bagi suami yang berprestasi dari Propinsi Jabar. Mereka membolehkan mengajak pasangan, asal ongkos pasangan yang diajak dibayarin sendiri, propinsi hanya memberikan pada 1 individu yang berprestasi. Proses “bisa umroh mengunjungi kabah dan beribadah sebagai sebuah takdir” keyakinan itu saya dapatkan pada pengalaman ini. Ketika mendapatkan undangan ini, pada awalnya saya oke karena saya lihat tanggal bisa tak ada agenda. Tetapi tiba-tiba ada kabar bahwa dimajukan di tanggal 5 November…. padahal tanggal 7 November saya ngisi acara ke Palembang. Acara seminar nasionalnya tentu gak bisa cancel lagi. Poster sudah tersebar dengan foto saya hehehe. Akhirnya saya bilang sama suami ya udah, kayaknya kalau tanggal itu gak mungkin bisa berangkat karena ada acara yang gak mungkin bisa saya batalkan. “What saya membatalkan umroh, demi memenuhi janji, galau iya saya juga waktu itu, tapi gak apalah saya pikir janji itu lebih penting” Setelah bertekad begitu, ternyata ada kabar lagi bahwa kepergian UMROH nya diundur sampai tanggal 19 November untuk memberi ruang bagi jamaah yang akan pergi mengurus paspor, karena ternyata tidak semua jamaah sudah punya paspor. Alhamdulillah, memang rezeki dan takdir Alloh akhirnya saya bisa ikut UMROH juga.

Nah, sampai di bandara Jeddah. Peserta umroh banyak dari Indonesia. Hal yang menarik saat di imigrasi bandar King Abdul Azis ini, waktu yang diperlukan untuk mengecek seseorang di imigrasi itu lama sekali, 10 menitan saya hitung. Tibalah giliran saya, petugasnya ngecek, kemudian dia tersenyum ramah, gak sampai 1 menit selesai, begitu juga suami. Saya amati dan saya wawancara jamaah yang lama “Umroh ini perjalanan ibu pertama kali ke luar negeri? Jawabannya YA. Yang cepat pemeriksaannya “Sudah pernah berangkat ke mana saja” Dari wawancara kecil saya sambil menunggu rombongan jamaah saya lengkap akhirnya saya memperoleh kesimpulan, “Apa yang menyebabkan durasi berbeda ini?” Ternyata “Bagi mereka yang sudah pernah berpergian ke luar negeri durasi pengecekannya lebih cepat dibanding yang baru pertama kali ke luar negeri melalui umroh ini

Itulah benefit yang didapatkan dari seringnya melakukan traveller ke luar negeri sebelum umroh. Kalau ada yang berazam melakukan traveler ke luar negeri setelah berhaji. Ini harus dipikirkan lagi deh! Ceritanya, Kami menekadkan diri Haji ketika melihat anak2 sudah tumbuh besar dan bisa ditinggal secara mandiri, karena haji ini memakan waktu 40 hari gak mungkin meninggalkan anak kecil ke tetangga. Akhirnya 2017 anak bungsu mau masuk SMA baru berani lunasi semuanya, dan itu memang saya nabung juga, kalau ada kelebihan dari ngisi-ngisi acara dan nulis buku saya tabung. Saya tak berani ambil dana talangan haji atau apapun namanya, karena saya pikir itu tadi, saya akan siap pergi kalau anak sudah besar. Ternyata ya waktu tunggu haji untuk Kota Bogor itu 15 tahun. Hoooooooo jadi pas saya daftar 2017 kemungkinan berangkatnya 2032 karena pandemik ini maka kemungkinan saya berangkat berarti 2034 pas tahun itu umur saya udah 63 tahun. Entahlah, sekali lagi… Haji ini juga rangkaian dari Takdir Alloh, kalau ternyata Alloh mempercepat, sebelum saya uzur dan banyak menyusahkan orang lain, itu lebih baik. Jadi yakin aja sama takdirNya. Untuk hal ini Saya tidak ‘ngoyo’. Yang belum dapat berhaji sampai tahun ini, juga semoga alloh menyehatkan dan menguatkan kita, menyampaikan usia kita sehingga bisa berhaji dengan sehat dań kuat.

Ayo, lulus N 4!一緒に勉強しよう!

2021年8月にN4のNATTESTを受け取るつもり。色々なことを準備しないと。今まで漢字、言葉、文法、読解、聴解を練習しています。一緒に勉強しましょう!

Resource: 「akinosora no Youtube」「NLEC

言葉

文法

  1. Menyatakan bentuk dapat/bisa melakukan 「ことができる」= 「かのけい」例え:1。車が運転することができない=車を運転でない  2。うるさいですから記事を書くことができない=うるさいですから記事を書けません。
  2. あげる 山田さんに鍵をあげました。・もらう 山田さんから鍵の教室をもらいます。
  3. てあげる=〜てやる「memberi perlakuan」てもらう[menerima jasa/perlakuan]  = 〜ていただく「menerima perlakuan」lebih formal daripada てもらう。例え:妹から手伝ってもらいました~てくれます「orang lain memberikan jasa pada kita」=てくださる「menerima perlakuan, lebih sopan dari てくれる」例え:先生教えてくれました。
  4. ~てください「minta tolong」
  5. ~ては行けません「larangan」
  6. 〜てもいいです「boleh」
  7. 〜ていたかませんか 「「meminta bantuan」この記事を読んでいただませんか。
  8. ておきます[persiapan kegiatan selanjutnya] | 〜て来ます pergi melakukan sesuatu, untuk kembali lagi.
  9. 〜ないでください 「tolong jangan」ここに泳がないでください!
  10. Harus 〜なければなりません|ないと
  11. Tidak perlu ~なくてもいい
  12. うけみ Vられる:”pasif" 魚が猫に食べられる。猫は魚を食べる。
  13. 使役形 Vさせる:”orang lain menyuruh/meminta kita melakukan sesuatu” お母さんは料理を作らせる。
  14. 使役受身 Vさせらる:子供のごろ毎日母に野菜が食べさせられました。「sewaktu kecil diminta ibu makan sayur」”subyeknya sayur dan ibu suruh saya – V saserareru” 
  15. Kata kerja Intransitif 1, 2, 3,
  16. つもり “berencana” 日本へ行くつもりです|ようと思う“berencana untuk/bertujuan untuk 明日買い物しようと思う|ようとしない gak ada niat あやまろうとしない 
  17. ばかり terus menerus, kebanyakan dengan konotasi negatif 休みの日はゲームをしてばかりいます。
  18. ために untuk/demi 自分でケーキを作るためにOVENを買います。
  19. 〜ので karena/sebab 昨日雨が降ったので映画館へ行きませんでした。
  20. ~のに padahal, この本を読んでしまいまうのに内容は覚えません。= とごろが 
  21. KS「い」く・KS「な」になります[menjadi] vs にする 「menyatakan pilihan」
  22. 〜ながら 「sambil」
  23. 〜し「alasan」
  24. Kata keterangan: 良く、少し、ゆっくり、とても、あまりDAN 「や」、
  25. しか〜ない「hanya」
  26. 〜かもしらません、「mungkin」夜うちへ帰るかもしらません。
  27. と思います saya pikir, menurut saya インドネシアはきれいな国だと思う|といいました mengutip perkataan orang lain ‘katanya’ 大統領「だいとうりょう」は 今日172.200.000.000ワクシンがインドネシアへ来たと言った。
  28. 〜たらいいですか 「meminta saran」何小説を買ったらいいですか。|〜たほうだいいいです [memberi saran kepada orang lain] – sebaiknya DEE に書いた小説を書いたほうがいいと思う。
  29. 禁止形 Kata Kerja + な 「ungkapan larangan, digunakan oleh yang lebih tinggi ke rendah」まだ15歳ね!バイクを運転するな!めいれかい kalimat perintah,がんばれ!食べろ!しろ!こい!digunakan oleh orang yang lebih tinggi ke rendah.
  30. 時「ketika」と「kalau」| 〜たら「jika」〜えば「jika」
  31. ように「agar/supaya」| 〜ようになりました「menjadi bisa」| 〜ようにします「berusaha untuk」|
  32. かどうか「menyatakan keraguan」
  33. すぎる「terlalu」
  34. そうです「kelihatannya」
  35. XますXやすい 「mudah untuk」 VS XますXにくい 「sulit untuk」

結婚相手は抽選で (Pilih pasangan menggunakan Lotre)

結婚相手は抽選で (dibaca Kekkon aite ha chusen de) atau Choosing Spouse by Lottery. Ini drama Jepang 8 episode yg dibuat tahun 2018, bisa ditonton gratis di Rakuten Viki.

Dramanya mengambil fenomena di Jepang, menurunnya angka kelahiran, banyaknya pemuda dan pemudi masih single, sehingga kementrian sosial, kesehatan dan kesejahteraan Jepang mengeluarkan aturan baru yaitu “bagi pemuda pemudi berumur 26-39 tahun yg tidak punya catatan kriminal, secara bertahap akan mendapatkan undangan untuk diikutkan dalam perjodohan. Secara random sesuai dengan data yg diinput akan dipasangkan dg pasangan. Setiap org punya kesempatan menolak 3x, setelah menolak 3x akan kena sanksi pelatihan di pasukan anti teroris”

Pada proses inilah konflik-konflik terjadi karena orang-orang berbeda kondisinya.

Pemberontakan terhadap keputusan menteri pun terjadi. Hal yg menarik bagi saya dari film ini adalah bagaimana para pemuda pemudi itu melakukan aktifitas pemberontakan bukan dengan cara desktruktif dan liar tapi secara elegan dan intelek (Beda banget sama mahasiswa kita yg doyan turun ke Jalan….tapi tidak tahu apa yg sedang diperjuangkan). Bagaimana caranya?

1) Beberapa Issue tidak punya pengetahuan banyak, dia mencari tahu melalui membaca banyak buku, bahkan bertanya langsung mewawancara banyak orang.

2) Dari hasil baca, wawancara, dibuatlah makalahnya berisi tuntutan yg rasional beserta data dan fakta2. Untuk melengkapinya mereka pun membuat situs suggestion box menampung unek2 para peserta undian jodoh. Unek2 yg ditampung adalah sumber data mereka.

3) Mengkomunikasi dg org tepat, seorang wartawan yg punya akses langsung ke Menteri yg membuat kebijakan. Sehingga dipastikan bisa mengubah kebijakan dan aturan yg diberlakukan.

Cerita utama drama ini adalah romansa, jadi heroik menghimpun kekuatan opini dan lobby2 pada pemegang kebijakan ala Gie adalah selipan yg menjadi titik balik kembalinya Tacchan.

Saya tertarik nonton drama ini ketika baca sinopsisnya

人がなぜ結婚するのか。。。?

結婚して「夫婦」になり、子どもが生まれ「家族」になる。それは本当に当たり前のことなでしょうか。

結婚は本当に必要なのか。。。

Ada aroma-aroma mengugat tradisi budaya. Dan ternyata…. ya kita akan ketemu isu-isu sensitif di film ini, yg menjadi isu seksi untuk gugatan terhadap peraturan yg dikeluarkan oleh kementrian Jepang pada cerita drama.

Yg menjadi renungan bagi saya adalah sebagai manusia kita punya tanggung jawab pribadi dan tanggung jawab sosial. Tanggung jawab sosial menjadikan kita tidak terlalu bebas ‘semau gue’ dan tanggung jawab sosial inilah yg menuntut kita mengkampanyekan 結婚しましょう!Dengan tujuan melanjutkan ras manusia menjadi ‘khilafah’ dan melahirkan ‘khalifah2 baru’ di bumi. Kalau gak gitu, kalau melupakan tangung jawab sosial sebagai seorang manusia, maka kepunahan akan terjadi pada ras manusia. (NB. Dalam agama islam inilah esensi dari nikah adalah ibadah, karena hakekatnya menikah melaksankan tanggung jawab sosial kita)

So… nonton aja, asyik kok! Bisa sambil belajar bahasa jepang lah! Chinamini … jangan tanya siapa nama pemainnya saya mah gak tahu gak apal…pokoknya pemainnya familiar sering wara wiri di drama2 Jepang hehehe….

やっと書きました!Lesson study: upaya membumikan pendidikan lingkungan….

2014年から環境教育のポロジェットを参加しています。たくさん経験をくれました。私はこのポロジェットを参加しずに日本へ行けないかも。そして。。。このポロジェットを参加してくれてありがとうございます。なぜこのポロジェットがありましたか?何をしましたか?何経験をもらいましたか?日本の教育どうですか?日本の環境どうですか?私は色々なもらったことを書いてみた。どうぞ読んでください!

Sinopsis

Buku ini merupakan rangkuman perjalanan proyek pengembangan pendidikan lingkungan di SD dan SMP selama kurun waktu tujuh tahun. Buku diawali dengan sebuah pertanyaan mengapa pendidikan lingkungan, lalu mengamati pendidikan lingkungan di Kota Tangerang Selatan yang boleh jadi terjadi juga di kota-kota lain di Indonesia, selanjutnya membandingkan dengan pengalaman yang ada di Jepang. Selanjutnya buku akan mengajak anda semua jalan-jalan mengamati sekolah dan kegiatannya, pembelajaran, dan lingkungan yang ada di Jepang. Bagian ini memberikan gambaran pendidikan yang ada di Jepang. Selanjutnya isi buku menjelaskan tentang pelaksanaan proyek ini di Kota Tangerang Selatan dan kota yang mendapatkan diseminasi yaitu Kota Bogor dan Kota Balikpapan. Selain itu ditambahkan pula aplikasi lesson study ala jepang di Indonesia pada matakuliah Pengenalan Lapangan Persekolahan II atau disingkat jadi PLP II di UIN Jakarta, bagian ini akan sangat menarik bagi fakultas ilmu pendidikan yang menerapkan PLP II. Bagian refleksi dari buku ini menjadi menarik adalah “Bagaimana lesson study menjadi sebuah proses yang natural dan mentradisi di Indonesia?” So, nantikan segera bukunya!

Pembelian buku sudah bisa dilakukan di GOOGLE BOOK <— KLIK silahkan bisa baca 60% dari buku juga!

Logical Failure Felix Siauw

Sebenarnya beberapa kali logika berpikir Felix sebagai syabab Hizbut Tahrir Indonesia dalam tulisan dan perkataan menunjukkan kekeliruan berpikir. Saya tidak tahu apakah ini disengaja atau tidak, namun kekeliruan berpikirnya sangat berbahaya mengingat jutaan orang menjadi pengikutnya di media sosial. Pada kali ini saya mau membahas satu saja dari tulisannya, yg dimuat di facebook dan IG dengan judul “manusia berlagak tuhan”

Awal paragraf diawali dg perbandingan sikap manusia pada dokter dan Tuhan

Tak ada satupun pasien yang pernah mendebat dokternya dalam diagnosa, saran, dan resep yang diberikan. Hebatnya banyak orang yang berani mendebat Tuhannya. Semua saran dokter ketika diberikan didengarkan dengan seksama dan ditaati, disaat yang sama kewajiban dari Allah diragukan, disangsikan kesesuaiannya dengan zaman. Konsep-konsep ilahiyah dimakzulkan, ayat-ayat Tuhan saja dipertanyakan. Tapi pendapat manusia dimuliakan, dijunjung dan dipuji, walaupun sudah terbukti menyengsarakan. Anda bisa jadi mendebat dokter, bila anda tidak meyakini bahwa orang itu adalah dokter. Sama seperti anda bisa jadi mendebat Allah bila anda tak meyakini Allah itu Tuhan.

Menyamakan seorang dokter yg memberikan treatment pengobatan pada pasien dengan Tuhan sebetulnya sebuah pelecehan yg nyata. Karena Alloh swt adalah Khalik, sedangan seorang dokter hanyalah makhluk. Membandingkannya tak sebanding sama sekali. Alloh swt bersifat mahaesa (tunggal) menurunkan satu wahyu pada umat islam yaitu al quran untuk memecahkan permasalahan kehidupan. Manusia yg menerima al quran mencoba memahami wahyu Alloh swt melalui tafsir2 yg dilakukan secara shahih sesuai keilmuan sehingga melahirkan para mufasirin dan mujtahid. Karena berbeda sudut pandang dan pemahaman pada ayat maka tidak menutup kemungkinan terjadi ragam tafsir. Manusia lain yg tidak memiliki ilmu tentang tafsir dan proses ijtihad, hanya menjadi pengikut setelah memilih mujtahid yg diyakini baik secara ilmu setelah mengkaji hasil ijtihad ulama tersebut maupun faktor tsiqoh pada ulamanya saja.

Adapun dokter sifatnya jamak, ada banyak. Pasien akan berobat pada dokter tertentu, dokter akan memberikan diagnosa dan saran pengobatan, pasien yg sudah yakin sama hasil diagnosa dokter akan mengikuti, tapi jika belum yakin dia akan datang ke dokter lainnya sebagai second opinion. Bahkan dia bisa memilih teknik pengobatan lainnya dari para tabib ahli herbal atau dari para sensei akupuntur bahkan dari orang pintar…. sampai sini DOKTER DAN TUHAN sangat berbeda.

Kalimat selanjutnya Felix menuliskan “Pasien serasa Dokter sama dengan Manusia Berlagak Tuhan” untuk pasien yang tidak percaya pada diagnosa dan saran dokter, dan manusia yang tidak menjalankan hukum syara.

Anehnya, kita berlagak lebih tahu dari dokter, lebih hebat dari Tuhan. Resep yang diberi dokter kita sortir sendiri, syariat dari Allah kita pilah pilih, sesuka semau kita. Pasien serasa dokter, manusia berlagak Tuhan, dengan bangga mempertontonkan kebodohan, menyombongkan kelemahan, padahal malaikat maut sedang mengintainya.

Posisi dan cara kerja seorang dokter sangat tidak sebanding dengan Alloh SWT . Menganalogi kepercayaan pasien pada dokter dengan kepercayaan makhluk pada Alloh swt dalah sebuah logical Failure bahkan bisa jadi pelecehan yang nyata. Jika pun mau disamakan kepercayaan pasien pada dokter sama sama dengan kepercayaan umat pada mujtahid. Ada banyak dokter, begitu juga ada banyak mujtahid. Dokter dalam mendiagnosa dan menyarankan treatment terhdp pasien akan menjalani serangkaian pendidikan dan pembiasaan menggunakan kaidah ilmiah. Begitu juga dengan seorang mujtahin akan menjalani serangkaian pendidikan agama sehingga mempunyai kemampuan dalam menafsirkan al quran dan menghasilkan hukum-hukum syara. Jika seorang pasien sudah memilih dokter A, maka jika dia yakin dengan diagnosa dokter A dia akan mengikuti pengobatan yang disarankan dokter A. Namun jika dia tidak yakin dengan dokter A dia bisa memilih dokter lainnya bahkan pindah ke pengobatan alternatif lainnya. Hal Ini sah-sah saja bagi pasien. Pun begitu dengan umat dalam memilih seorang mujtahid yang diikutinya. Jika seorang bani adam memilih Mujtahid Taqiyuddin Annabhani, jika ia yakin dengan keshahihan hasil ijtihadnya akan mengikuti hasil ijtihadnya bahwa ‘semua hukum islam hanya bisa tegak dengan mendirikan khilafah islamiyah’. Namun jika seorang bani adam tidak yakin terhadap argumen-argumen Taqiyuddin Annabhani tentang hukum syara ketatanegaraan, dia boleh saja mengambil hasil ijtihad dari ulama lain misalnya mengambil pendapat dari HASIL IJTIMAK PARA ULAMA INDONESIA 1945 yang berijtihad tentang sistem ketatanegaraan Indonesia yaitu NKRI PANCASILA. Khilafah Islamiyah Tahririyah adalah produk Ijtihad seorang ulama, pun begitu NKRI PANCASILA pun hasil ijtihad bahkan jadi kesepakatan para ulama Indonesia. Umat Islam diperkenankan memilih hasil ijtihad ini mana yang paling sesuai dengan konteks Indoensia dan tidak menimbulkan kemudorotan yang besar. Sama dengan pasien diperkenankan memilih dokter mana yang memberikan treatment yang lebih baik bagi kesehatannya. Mujtahid dan dokter tidak bersifat TUNGGAL, sehingga banyak pilihan yang bisa dipilih tergantung keyakinan mereka.

Kesimpulan bahwa “Pasien serasa Dokter, manusia berlagak Tuhan” adalah kesimpulan yang salah. Ketika kita memilih hasil ijtihad ulama lain dibandingkan hasil ijtihad Taqiyuddin An Nabhani tentang penerapan hukum islam melalui khilafah, tidak menyakini hasil ijtihad seorang ulama bukan berati “Manusia berlagak Tuhan”. Manusia berlagak Tuhan itu hanya pantas disematkan bagi mereka yang berlaku seperti Tuhan padahal mereka bukan tuhan. Misalnya “Tuhan punya sifat esa (tunggal), dan dia mengklaim kebenaran bersifat tunggal dari kelompoknya saja” atau berlagak seperti Tuhan yang Al Hakim yaitu “mengklaim bahwa orang yang tidak mengikuti ijtihad Taqiyuddin An Nabhani sebagai golongan sesat, munafiq, kafir, atau Dzalim”. Padahal syariat islam jelas, mereka yang berijtihad dengan benar dapat 2 yang hasil ijtihadnya salah dapat 1, mana yang benar dan salah tidak ditentukan didunia tapi di yaumil akhir berdasarkan keputusan Alloh SWT. Manusia hanya bisa mengikuti ijtihad para ulama dengan kaidah mana yang dalilnya paling kuat, mana yang memberikan manfaat lebih banyak pada umat, dan tidak menimbulkan kedhororan yang besar. Manusia yang tidak menerima perbedaan hukum syara yang dikeluarkan oleh para ulama, sesunggunhnya dialah yang “Manusia Berlagak Tuhan”. Wallohualam bi sawab.

言葉:how to organize?

Sejak belajar bahasa jepang, saya bukan orang yang “tarapti” menyimpan kumpulan kotoba atau kata-kata baru di satu buku khusus atau folder tertentu. Tapi tersebar dimana-mana, pada buku, modul aki no sora, pada mini note, pada file-file word yang bernama kotoba 1, 2, 3, bahkan sengaja dibiarkan di skype berdasarkan catatan sensei. Akibatnya, jika lupa udah semua tempat dicari dulu. とても便利じゃねい!Gak praktis banget, akhirnya 時間無駄!Buang-buang waktu!

Nah, timbul ide untuk membuat lebih mudah mencari kotoba yang pernah dipelajari, karena dalam berbahasa “KOTOBA atau KOSA KATA” itu penting, gak hapal kosa kata ya gak bisa ngomong. Sama sekalian menakar, seberapa kotoba yang sudah diberikan para sensei dan berapa persen saya mampu menghapalnya.

Untuk itu semua akhirnya saya bikin di excel, lebih mudah mengorganisasinya, dan juga bisa dibikin ala-ala pencarian mirip kamus gitu. Pokoknya lumayan lah, ini baru dua level pemula yang sudah saya entri data kotobanya, ada 250 buah…. jadi tiap level ada seratusan kotoba dipelajari, ada 6 level lagi menunggu dimasukan kotobanya, Wah banyak ya! 頑張ります!

Teacher’s Diary

Ada film Thailand yang selalu ingin saya tonton, sejak pertama kali ketemu list-nya di Apple Movies. Tapi belum kesampaian sampai akhirnya ketemu lagi di Goplay. Dan tadi malam karena susah tidur akhirnya saya berhasil nonton. Film berdurasi hampir dua jam ini mengangkat tema “Guru di wilayah terpencil, terdalam, dan tertinggal” dikemas dalam nuansa romantis dengan ide cerita yang “BRILIANT” menurut saya.

Cerita yang berkisah tentang sekolah dan guru pasti saya tonton dan biasanya saya buru, mengapa? Karena biasanya ada banyak inspirasi di sana. Dugaan saya benar, di film ini ada insight yang bisa diambil “Bagaimana seharusnya seorang guru mendedikasikan dirinya untuk anak didiknya, menyesuaikan dengan kontekstual peserta didik dalam pengajarannya dan boleh juga sedikit ‘gokil serta nekad’ demi anak didiknya” [SAYA MENAHAN DIRI UNTUK TIDAK SPOILER].

Cerita-cerita guru seperti ini harus terus disemarakkan pada mereka yang kuliah di jurusan Pendidikan. Mengapa? Entahlah apakah ini hanya fakta pencilan yang saya alami dan rasakan atau ini merupakan fenomena umum. Jadi begini, sepengalaman saya ngajar dari tahun 1997 sampai sekarang dengan beragam jenjang saya pernah alami mulai guru SD, SMP, SMA, sampai sekarang saya ngajar calon guru di sekolah.

Fakta yang saya temui adalah “Banyak Alumnus Pendidikan Guru acapkali terjebak pada ZONA NYAMAN DAN MAPAN” maksudnya? Maksudnya mereka mengajar hanya mengajar sesuai teori kependidikan yang diperoleh, terkadang mengajar tanpa roh – ah ini memang pekerjaan profesional saya, saya mengajarkan begini-begini saja gak perlu susah-susah dan menyusahkan diri saya. Namun, ada juga beberapa alumnus keguruan yang juga idealis tinggi walau sedikit selengan kayak Guru Ann di film ini tapi populasinya sedikit sekali.

Sebaliknya mereka yang putar haluan dari NONDIK tertarik jadi guru, maka idealismenya pun tinggi. Tentu saja sangat sedikit tidak lebih dari 10% alumnus NONDIK yang menetapkan jadi guru walaupun seringkali ada ejekkan Intitute Teaching Bandung atau Institut Pendidikan Bogor, karena beberapa alumni ITB/IPB memang menekuni profesi guru.

Sebenarnya wajar aja sih, mereka dari jalur NONDIK menjadi guru akan melakukan ‘ombak banyu’ dalam mengajar, misalnya mereka yang berasal dari background sains, hanya punya satu hal dalam mengajar “Bagaimana menjadikan anak didiknya mencintai sains seperti ilmuwan”, maka pendekatan pembelajaran laksana sebagai seorang ilmuwan akan dijalankan. Misalnya ketika mengajar tentang mengapung melayang dan tenggelam lalu mengajarkan tentang rambatan bunyi lebih keras terdengar melalui media air atau padat, jangan heran kalau mereka akan ngajak langsung anak2 itu terjun ke kolam renang melakukan eksplorasi. Karena ketika kami belajar sains itulah yang kami lakukan, Ini akan berbeda dengan mereka alumnus pendidikan sains, mereka akan mencari media2 dari internet atau menyusun gambar2 dan video atau melalukan mini simulasi pakai praktikum agar anak paham tentang konsep mengapung, melayang, tenggelam, dan rambat bunyi di air.

Guru “ombak banyu” yang melakukan lompatan-lompatan pendekatan pengajaran pada para siswa akan ditemui pada Sosok Guru Ann dan Guru Song (Silahkan saksikan, gak mau bikin spoiler ah).

Nah, dari segi “IDE CERITA” saya sih jempollah. Berfokus pada Diary Guru Ann, menjadi panduan bagi Guru Song bagaimana mengajar anak2 di rumah kapal dan jatuh cinta pada bayangan yang belum dia lihat. Selanjutnya Guru Song melanjutkan menulis cerita mengajarnya di Buku Diary Ann. Ketika Guru Ann balik lagi ke sekolah kapal dia baca kembali buku diary-nya, guru Ann pun jatuh cinta pada Guru Song yang juga tidak dia lihat. Bagaimana akhir romansa guru Ann dan Guru Song? Nonton di Goplay, ada teks bahasa Indonesianya loh! Dan kayaknya ini bisa jadi tontonan ketika hari TEACHER DAY, filmnya tidak hanya bicara idealisme tapi juga romansa.

Idul Fitri, Pandemik, Sakit gigi

SELAMAT HARI IDUL FITRI! Happy IED MUBAROK! イード祭りおめでとうございます!

イード2020年、Siapapun tak pernah menyangka kita berada di masa seperti ini. Saat WHO menyatakan COVID19 sebagai pandemik, serentak seluruh dunia kecuali Afrika menyatakan lockdown atau Social Distancing, Indonesia salah satunya.

Kota tempat kami tinggal berada di Zona Merah, bahkan walikotanya pun terjangkit virus ini.

Jadi idul fitri kali ini benar2 di rumah aja. Video calling ucapkan selamat hari raya, bahkan shalat ied pun di rumah. Dan paling nyesek, karena malas sikat gigi selama pandemik saya terserang sakit gigi luar biasa, mulai terasa hari Rabu malam, parah mulai hari kamis sampai saat idul fitri. Bonusnya jadi banyak banget hahaha…

Gigi graham bungsu kiri bawah udah dimatikan syarafnya, bakteri masuk dari sela2nya saya lihat ada sisa gigi keropos, kayaknya dari situ dia masuk.

Nah, karena pandemik gak ada dokter gigi buka dong. Tapi untunglah zaman teknologi canggih, ada HALO DOC, saya konsultasi secara maya dg dokter gigi, kirim foto gigi, didiagnosa, memang harus dicabut, tapi gak mungkin dicabut saat pandemik seperti ini. Jadi saya dikasih resep obat yg terdiri dari antibiotik untuk bunuh bakterinya, anti nyeri gigi, dan obat kumur antiseptik. Obatnya ditebus dan diantar gojek ke rumah, ini karena aplikasi halodoc kerjasama dg gojek. Benar2 praktis! 日本人は便利だと言います。よかった私はインドネシアに住んでいる。Bersyukur tinggal di Indonesia, masyarakatnya kreatif dan inovatif bisa bikin yg mempermudah seperti aplikasi halodoc.

Kini sekitar gigi saya baal dan membengkak… terkadang nyeri masih terasa, walhasil saya makan obat pakai durasi untuk kurangi nyeri. Obat kumur jam 6, Antibiotik jam 7 pagi, dan anti nyeri jam 9, semuanya diatur 6 jam sekali. Dan efek obat kumurnya itu, membuat ujung lidah kita mati rasa, memulihkan rasa dg banyak minum juice. とても大変ね!

Tentu saja terasa mengganggu dan gak bisa ngapa-ngapain. Gak banyak yg saya lakukan selain rebahan sambil nonton draJ buat usir bosan ditengah menikmati ngilunya pertempuran antara bakteri dengan antiseptik dan antibiotik.

Membunuh bakteri lebih mudah daripada virus, penelitian terkait bakteri hari ini sangat maju, aneka antibiotik dan antiseptik adalah cara ampuh membunuhnya, tentu dg dosis yg tepat, oleh sebab itu hanya dokter yg bisa meresepkan antibiotik.

Adapun virus kayak COVID19 yg tergolong pada spesies corona ini, sementara ini teknologi medis hanya bisa berharap pada vaksin saja. Dan vaksin hanya bisa dibuat saat genom virusnya sudah diketahui. Kalau ada yg buat banyak vaksin sementara penyakit yg diakibatkan oleh virus tersebut belum ada, kita wajib curiga bahwa perusahaan vaksin itulah yg membiakkan virus dan meyebarkannya agar vaksinnya laku dijual. Ini jika bisnis dijalankan tanpa kemanusiaan, JAHAT!

Hari ini lembaga Eijkman dan para peneliti Indonesia berupaya menghasilkan vaksin buat Covid19. Itu satu2nya jalan mengakhiri pandemik ini?

Hem…. saya sbg org yg belajar biologi sempat berpikir udah lakukan saja HERD IMMUNITY, yg sehat dibiarkan beraktifitas sementara yg rentan sakit aja yg diisolasi. Mereka yg rentan sakit dapat dihotelkan, #stayAtHome atau #stayAtHotel beraktifitas #workFromHome sementara yg usia produktif 20-40 tahun tetap bekerja seperti biasa. Anak2 muda ini tetap harus menjaga diri tidak berinteraksi dg org2 tua yg rentan. Dengan begitu ekonomi berjalan dan kesehatan juga berjalan dg baik. Kebijakan ini lebih pada “survival of fittest” siapa yg kuat yg bisa beradaptasi, dia akan bertahan hidup. Menyerahkan pada mekanisme evolusi biologi.

Tapi tentu hal ini berbeda dg org Pandemik Kesehatan Mmasyarakat, yg menyarankan LOCKDOWN dg dasar dugaan potensi jumlah org sakit dan kapasitas rumah sakit yg tersedia.

Kompromi antara kesehatan dan ekonomi hasilnya adalah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar. Walaupun pada akhirnya PSBB ini juga berdampak besar pada ekonomi.

Apapun yg diputuskan pemerintah akhirnya kita hanya manut, karena tentu itu yg terbaik menurut hasil diskusi dg para pakar. Sebagai pakar parsial bahkan non pakar tak elok bila menghujat ijmak para pakar. Ijmak para pakar statusnya Shahih, pendapat pakar parsial macam saya yg hanya lihat dari bidang saya saja sifatnya hasan. Dan pendapat para netizen yg berbunyi tanpa punya kepakaran apapun hanya kebencian saja dan nafsu politik maka bisa jatuh pada dhoif bahkan semu (palsu). Jadi, setelah idul fitri keputusan apa yg dibuat pemerintah? Yakinlah bahwa keputusan itu shahih!

Yos!! Apapun selamat makan ketupat, lebih enak dengan sayur labu berkuah, dicampur daging rendang yang pedas! Gak usah mengumpat, apalagi sama pemeritah, yang sudah bekerja keras.

Deteksi ‘radikalisme’ dari opini

Kebijakan pemerintah dengan mencabut ijin operasional sebuah ormas membuat mereka berang. sehingga menuduh pemerintah berbuat dzalim dan menurut mereka pemerintah melakukan dosa luar biasa besar. Mereka pun merasa dirinya terdzalimi dan mengais rasa iba dari kaum muslimin lainnya. Betulkan mereka didzalimi? Bayangkan pemerintah Indonesia hanya mencabut izin operasional, sampai saat ini mereka masih bebas berkoar-koar MEMUTARBALIKKAN FAKTA DAN MENEBAR PROVOKASI SERTA MENGAJAK MASYARAKAT MENGGANTIKAN NKRI PANCASILA HASIL IJMAK ULAMA dengan sistem baru yang hasil ijtihad seorang ulama di Timur Tengah. Tak ada aktifis ormas ini yang dipenjarakan, bahkan banyak PNS yang terang2an dan sembunyi2 mengaku sebagai syabab ini tidak dipecat dari ke-ASN-annya hanya dilakukan pencabutan jabatan struktural. Kurang baik apa negara ini pada mereka? Ini semua karena negara merasa bahwa mereka adalah WN juga harus diayomi.

Tapi ya itu, sebaik apapun negara ini pada mereka, mereka tak henti-hentinya memojokkan negara, dan siapapun yang membela kebijakan negara akan mereka sebut sebagai pro sekular, pro kapitalis, pro sosialis. Dan tak jarang mereka menuduh kebijakan pemerintah PRO ATHEIS dan seringkali mengumpat pemerintah dengan sebutan PEMERINTAH KAFIR dan DEMOKRASI KUFUR serta PEMERINTAH ANTI ISLAM. Dibandingkan sebagai organisasi agama atau organisasi dakwah, mereka lebih pantas disebut sebagai Kelompok Politik islam. Dan memang dalam kitab Takatul Hizby, kitab yang harus dikaji oleh setiap orang ketika akan masuk Hizb Tahrir sebelum mereka disumpah (ba’iat/qosam) menjadi anggota sangat jelas disebutkan bahwa “kelompok ini bukanlah ORGANISASI MASSA atau Jamaah Khoiriyah [organisasi kebaikan/sosial] tapi PARTAI POLITIK. Dengan tujuan organisasi bersifat politik yaitu mengambil alih kekuasaan yang ada di suatu negara melalui jalan umat . Di sinilah kita harus hati-hati, kita ingin mengkaji islam dan berislam secara baik, tapi ternyata kita terjebak dalam sebuah Partai Politik jaringan Internasional lagi!

Di media sosial sangat mudah mendeteksi para anggota dan simpatisan kajian radikal yang telah dicuci otaknya bertahun-tahun oleh kajian2 ini. Proses cuci otak dalam kajian yang disebut liqo atau halaqoh menghasilkan syakhyiah atau kepribadian yang khas dan pola pikir khas akan terlihat pada opininya, seperti apa itu? Mari kita lihat contoh-contoh opini simpatisan atau mungkin juga anggota jaringan ini pada berbagai status dan komentar di facebook.

Ketika ada status facebook teman yang memposting tulisan dengan judul “Gus Baha Aset NU” komentar khas mereka adalah….

  1. “Apalagi kalau menerapkan syariat islam secara kaffah ya Om!” Agus Soleh Sudrajat.
  2. “Aset kok kayak gitu sih!Ahmad Din

Berikut juga ungkapan khas mereka,

Ada yang bangga atas jasa para pendahulunya, tapi ketika ada yang berjuang seperti pendahulunya, justeru dianggap sebagai musuhnya. Dulu loyang sekarang besi. Dulu semangat berjuang kini rajin persekusi. Sambil bergoyang teriak cinta NKRI. Pengajian dihadang, natalan ditemani. Budaya sesat disang-sayang atas nama toleransi. LGBT diberi ruang atas nama hak asasi. Hukum islam diganyang atas nama demokrasi. Skenario Alloh memang tidak mungkin dihentikan, walau andaikata selalu orang-orang kafir bekererjasama dengan seluruh setan untuk melakukan perlawanan. Abu Fatih

Kalau yang membolehkan riba dan penyerahan kekayaan negeri ini ke para cukong dan antek asing siapa ya? Su Tisna.

Orang sekuler liberal moderat tentu anti khilafah David David Dafid

Sekarang makin tampak dan terang-terangan mereka terus menyebarkan paham atheis di negeri. Tidak setuju ada konsep tuhan dan iman. mereka begitu mendewakan akalnya. Seolah-olah akal manusia penentu segalanya. Hartadi Hartadi

Ada beberapa kata kunci yang sering disampaikan oleh anggota gerakan ini ketika beropini yaitu: Atheis, demokrasi, HAM, kaffah, cukong, antek asing, riba, sekuler, liberal, anti moderat, khilafah.

Kata kunci yang ditebarkan penuh kebencian, memperlihatkan radikalisme dalam berujar.