EcoLifeStyle: Tahun pelajaran baru, tak harus buku tulis baru, Mom!

 

Setiap tahun anda membeli buku tulis baru untuk anak anda?  Dan awal tahun ajaran baru, selalu dengan buku tulis baru???  Tas baru? Sepatu Baru?

Saya tidak membiasakan itu pada anak2, saya.  Betul saya membeli buku tulis, cukup 1 pak saja, yang bisa dipakai 3 anak loh?  Kok?? Ya, tahun ajaran baru bukan berarti buku tulis baru.  Saya membiasakan anak2 menggunakan buku tulis lama, nah untuk membedakan dengan kelas sebelumnya, saya memberi pembatas berbeda.  Kita tinggal hitung saja, berapa pembatas ada di buku itu.  Kalau ada 6 pembatas berarti itu buku sudah digunakan sejak kelas 1 sampai kelas 6.  Paling sampul coklatnya dan plastiknya yang kami ganti, nah kelihatan baru bukan?  Disini istilah “Judge  book from cover“  berlaku loh.     Hehehehe….

Continue reading EcoLifeStyle: Tahun pelajaran baru, tak harus buku tulis baru, Mom!

Efek rumah kaca, karena banyak bangunan dari kaca?

Dalam sebuah kesempatan, saya memberikan pertanyaan apa yang menyebabkan efek rumah kaca. Sangat terkejut ketika ada yang menjawab, penyebabnya adalah banyaknya gedung-gedung yang berkaca di jakarta. #heuheuheu lagi-lagi salah konsep.

Entah, darimana mereka mendapatkan pemahaman ini! Jelasnya, pemahaman ini salah. Efek rumah kaca adalah sebuah kondisi dimana cahaya matahari yang diserap tidak dapat diteruskan samppai ke atmosfer, tetapi dipantulkan kembali ke bumi karena troposfer kita terhalangi oleh berbagai partikel-partkel atau molekul-molekul gas, salah satunya adalah karbondioksida. Akibatnya, suhu dipermukaan bumi menjadi panas, kondisi ini mirip ketika berada di rumah kaca.

Continue reading Efek rumah kaca, karena banyak bangunan dari kaca?

Bedakah jumlah tulang rusuk wanita dan lelaki?

Masih pada #PLPG2012, waktu lalu.  Seorang guru menyampaikan IPA Kelas 4, tentang rangka manusia.   Dengan “Pede” ia mengatakan bahwa “Jumlah Rusuk Lelaki dan Wanita Jumlahnya Berbeda“,  Karena dari rusuk pria telah diambil satu oleh Alloh, untuk membuat seorang wanita.   Saya tanya, “Betul itu pak?”  dengan yakin si Bapak berkata, “Betul, Bu! Kan perempuan diciptakan dari tulang rusuk lelaki, jadi tulang rusuk lelaki ada yang hilang!”  Lalu saya arahkan,  “Coba, pak lihat lagi gambar rusuk yang bapak buat,  itu tulang rusuk siapa? Lelaki atau perempuan?”   Si Bapak agak berpikir sedikit, lalu dengan “Pede, ia menjawab.  Ini tulang rusuk perempuan kayanya karena tidak ada yang hilang!”  Saya *TEPOK JIDAT lagi deh!

Continue reading Bedakah jumlah tulang rusuk wanita dan lelaki?

Mengapa di Bogor banyak hujan?

Coba sebutkan hal apa saja yang berhubungan dengan Bogor?

Jika ada pertanyaan ini, saya sih yakin jawaban teratas adalah HUJAN!!!! (tentu saja selain talas, kebun raya, angkot, dan IPB).  Bogor kota hujan adalah sebuah mafhum amm.  Dan siapapun yang ke Bogor, merasakan sensasi hujan yang berkepanjangan, musim kemarau pun hujan tak kunjung berhenti di Bogor, pertanyaannya adalah mengapa???? Mengapa hujan senantiasa mampir ke Bogor??? Ada apa dengan Bogor?? Adakah magnet yang menarik awan-awan sehingga lebih senang berlabuh ke Bogor??? Atau karena Bogor dihuni oleh penduduk yang beriman sehingga berkahlah tanahnya (bukankah hujan sebuah rezki???)

Continue reading Mengapa di Bogor banyak hujan?

Dikotil, bijinya bisa dibelah?

Sejak lama grget juga mengomentari ini,  tadi siang ketika saya ngajar, saya brainstroming juga, “Apa definisi dikotil dan monokotil?”  maka tercetus juga dari mahasiswa semester satu ini, “dikotil adalah tanaman yang bijinya bisa dibelah menjadi dua, sedangkan monokotil tidak bisa!”

Lalu, saya bilang baiklah! Acungkan jempol ke atas jika anda anggap itu monokotil dan ke bawah jika anda anggap itu dikotil.  Lalu saya sebutkan nama-nama tanaman:

  1. Padi — [Saya amati…Ok, mayoritas monokotil]
  2. Salak — [Saya amati…Ok, mayoritas monokotil]
  3. Kacang kedelai  — [Saya amati…Ok, mayoritas dikotil]
  4. Kacang ijo [Saya amati…mulai galau antara dikotil atau monokotil]
  5. Sawo [Saya amati…mulai galau antara dikotil atau monokotil]
  6. Jambu batu/biji  [Saya amati…makin galau antara dikotil atau monokotil]
  7. Cabe [Saya amati…lebih galau antara dikotil atau monokotil]

Continue reading Dikotil, bijinya bisa dibelah?

Mengapa kita lebih suka mendorong daripada menarik?

Perbincangan kemarin di Felicity D10 cukup asyik.  Novi menceritakan pengalaman hari itu microteaching di SD Hikari.  Saya sih hanya memancing-mancing pertanyaan2 kritis, yang akhirnya gak bisa dijawab juga.

Novi menceritakan pengalaman hari itu tentang “gaya tarik dan dorong” —> pertanyaan kritis saya adalah, “Mana yang lebih disukai mendorong atau menarik”? Mengapa?

  • Lebih menyukai mendorong meja atau menarik meja?  lebih menyukai menarik lemari atau mendorong lemari? dan lihat para tukang, lebih menyukai “mendorong gerobak” atau “menarik gerobak”?
  • Jawaban mereka dipastikan mendorong!!! Mendorong itu lebih ringan!! Lalu saya tanya, bagaimana dengan gaya??  gaya tarik dan dorong sama tidak?? —> nah, mulailah kebingungan!!!

push-pull-door-signs-2

Continue reading Mengapa kita lebih suka mendorong daripada menarik?

EduTraveling – Thailand

Pendidikan lingkungan di Indonesia sudah ada sejak tahun 1986, Pendidikan lingkungan adalah penyokong utama dari Education Sustainable Development [ESD],  Pendidikan Lingkungan di Indonesia beragam tergantung wilayah, ada yang memasukkannya sebagai muatan lokal yang dibelajarkan seperti mata pelajaran umumnya, misalnya di Propinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.   Selain itu, ada sekolah2 tertentu dari tingkat SD-SMA yang dilabeli dengan Green School.   Misalnya SDN 2 Ambon, SMPN 7 Bandung, dan SMAN 9 Tangsel.  Bagaimana “Green School di Indonesia  ini menyelenggarakan pendidikan lingkungan, bisa dibaca pada tulisan saya di EduTraveling: Indonesia: Ambon & Jogja atau see this video SDN2Ambon.   Nah, kali ini kami melakukan studi banding ke Thailand, untuk sharing pendidikan lingkungan di Thailand.

Continue reading EduTraveling – Thailand

EduTraveling – Malaysia

Pendidikan lingkungan di Indonesia sudah ada sejak tahun 1986, Pendidikan lingkungan adalah penyokong utama dari Education for Sustainable Development [ESD],  Pendidikan Lingkungan di Indonesia beragam tergantung wilayah, ada yang memasukkannya sebagai muatan lokal yang dibelajarkan seperti mata pelajaran umumnya, misalnya di Propinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.   Selain itu, ada sekolah2 tertentu dari tingkat SD-SMA yang dilabeli dengan Green School.   Nah, kali ini kami melakukan studi banding ke Thailand dan Malaysia, untuk sharing pendidikan lingkungan.  Now, we are sharing, what we got  in  Malaysia.

Continue reading EduTraveling – Malaysia